SOSIAL EKONOMI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

AGROFORESTRY

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 Jun 2015

16 Fasilitator FORCLIME Terima Bantuan Sarana dan Prasarana

Kadis Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu Menyerahkan Bantuan Sarana dan Prasarana ke 16 Fasilitator Desa FORCLIME  
DPMU Kapuas Hulu membagikan 16 laptop, camera, printer dan GPS kepada masing-masing Fasilitator Desa. Untuk mempermudahkan dan kelanjaran kegiatan program di lapangan menjadi dasar DPMU Kapuas Hulu membagikan prasarana tersebut. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu saat penyerahan alat di kantor pusat informasi ( DPMU ) menyampaikan kepada fasilitator bahwa barang ini milik negara jadi harus dirawat seperti milik sendiri dan jangan sampai rusak karena kelalalian. "Prasarana ini bisa dimanfaatkan sebagai pendukung program dan program di desa, karena kalian selain sebagai fasilitator program juga menjadi fasilitasi kegiatan di desa. Sehingga keberadaan fasilitator desa bisa dirasakan manfaat
Salah Satu Fasilitator Desa Sedang Mengopreasikan Perangkat yang Sudah Dibagikan 
Foto Bersama Kepala Dinas BunHut, Progrrame Advisor dan 16 Fasilitator Desa, 

Press Realease ke Media Koran 



21 Mei 2015

PPK BARU : Saya Yakin 2017 Program Akan Sukses

Jumtani, S.Hut. M.Si selaku PPK yang Baru 
Putussibau, restrukturisasi di tubuh Kemeterian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia berdampak juga pada DPMU Kapuas Hulu. Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) lama Indra Kumara yang juga sebagai koordinator program FORCLIME -FC di Kapuas Hulu mengajukan cuti dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu per Mei 2015. Sehingga posisi PPK yang baru digantikan oleh Jumtani ( Kepala Bidang Rehabiitasi Perhutanan Sosial/ RPS, Dinas Perekebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu ) sekaligus sebagai koordinator program FORCLIME-FC di Kabupaten Kapuas Hulu. Meski harus menunggu lama keputusan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu terkait penetapan PPK baru, kini DPMU Kapuas Hulu sudah memiliki leader yang akan meneruskan program ini hingga 2017.
 Menurut Jumtani, ini merupakan tugas dan tanggungjawab yang besar, karena ini adalah program kerjasama luar negeri, akan tetapi Jumtani merasa optimis bahwa program ini akan sukses hingga program berakhir. Mengawali karirnya sebagai koordinator program, Jumtani mengumpulkan semua struktur organisasi DPMU Kapuas Hulu baik ditingkat Kabupaten maupun di tingkat Desa seperti Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan. Pada pertemuan tersebut, Senin 18 Mei 2015 di ruang rapat DPMU juga turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Kapuas Hulu Serta Kepala Bagian Program selaku Koordinator Administrasi dan Kepala KPH selaku Koordiantor Teknis Program FORCLIME-FC DPMU Kapuas Hulu 

 " Program FORCLIME ini cukup besar, sehingga komitmen dan kerjasama tim yang ada perlu di kuatkan seperti koordinasi baik Fasilitator Desa, Pemandu Lapangan, ada Tenaga Ahli dan Tenaga Khusus dan juga Dinas BunHut serta KPH juga perlu kita tingkatkan. karena kita adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan" Ungkap Jumtani 

Rapat Bersama FD.PL,TA,TK DPMU Kapuas Hulu 
 Dihadapan para Fasilitator Desa, Pemandu Langan maupun Tenaga Ahli dan Tenaga Khusus, Jumtani menaruh harapan agar semua komponen ini bisa bekerjasama dengan baik khusunya menyampaikan hal ini kepada masyarakat terutama fasilitator desa yang bersinggungan langsung dengan masyarakat bahwa keterlambatan ini bukan disengaja tetapi mengikuti proses birokrasi yang ada. Hal ini akan dilakukan Jumtani bersama DPMU untuk berupaya meningkatkan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat baik tertib administrasi maupun peningkatan kapasitas. Peningkatan kapasitas dalam hal ini akan dilakukan dengan berbagai pelatihan baik Fasilitator Desa sebagai petugas lapangan mapun pengurus LPM FORCLIME yang ada. Jika kelompok LPM sudah terbedayakan dengan baik dan dirasakan sendiri oleh masyarakat, menurutnya maka akan dengan sendirinya tujuan kita bersama segera tercapai yakni “Hutan Terjaga Masayrakat Sejatera” Berkaca dari program yang pernah dilakukan di bidangnya ( bidang RPS ) , maka pengalaman yang sama akan dilakukan pada program FORCLIME nantinya terutama dalam hal pengadaan bibit dan sebagainya. "Saya disini hanya melanjutkan program dari pemimpin yang lama, sehingga menurut saya program ini akan sukses hingga 2017 karena pondasi kita sudah kuat. saya yakin kita pasti bisa, sesuai selogan DPMU yang pernah saya dengar Bersama Kita Bisa" seru Jumtani sambil tersenyum dengan penuh keyakinan (abe)

15 Mei 2015

Investasi Jangka Pendek : Dusun Tekalong Tambah 2 Kolam Lagi Kembangkan Sivofishery

Dusun Tekalong, Desa Lanjak Deras Kembangkan 2 Kolam Baru 
Batang Lupar, Dusun Tekalong salah satu dusun yang ada di Desa Lanjak Deras sudah memutuskan untuk memilih investasi jangka pendek Silvofishery ( Ikan Nila ) dimana memanfaatkan sumber daya alam berupa air yang ada disekitar hutan untuk membudidayakan ikan nila. Setelah satu tahun program investasi tersebut dikucurkan ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ) FORCLIME Desa Lanjak Deras, kini Dusun Tekalong sudah bisa mengembangkan dari satu kolam menjadi tiga kolam ikan Nila. Setelah ikan tersebut berkembangbiak, maka anak ikan nila dikembangkan lagi pada kolam yang lain. Meski dengan keterbatasan dana untuk pemberian pakan ikan nila, akan tetapi masyarakat anggota LPM tidak berputusasa dengan mencoba memanfaatkan pakan alami yang ada disekitar hutan. Anak ikan nila misalnya, memanfaatkan sarang semut sebagai pakan alternatif. Sarang yang berisi semut-semut muda dan telurnya menjadi santapan lezat bagi bayi ikan Nila. Meletakan sarang semut tersebut diatas kolam, maka dengan otomatis semut-semut tersebut akan jatuh atau dengan memukul-mukul sarang tersebut jika semut sulit untuk keluar.

 "Ikan-ikan besar paling mudah lagi pak, jadi kami kasih daun ubi ( singkong ) atau sisa makanan dari dapur kami tumpahkan ke kolam ikan kami langsung berebut menyambar" ungkap ketua kelompok ikan Dusun Tekalong, 

Tidak hanya Desa Lanjak Deras, desa-desa lain juga menjadi sasaran kunjungan tim GFA yang berawal dari pertemuan pada 4 Mei 2015 di kantor DPMU Kapuas Hulu. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk akselarasi program FORCLIME-FC di 3 kabupaten yang sudah melakukan investasi jangka pendek. Selain berdiskusi dengan para tenaga ahli dan khusus, akselarasi juga dilakukan monitoring lapangan. Monitoring di lakukan untuk melihat hasil investasi jangka pendek dan juga bagaimana persiapan masyarakat untuk menerima investasi jangka panjang yang akan direncanakan pada pertengahan tahun 2015. Tim yang dipandu oleh District Fasilitator Andi Erman tersebut melanjutkan kunjugan lapangan mulai dari tanggal 8 - 12 Mei 2015 di 9 desa wilayah DA REDD putaran pertama yakni Lanjak Deras, Sepandan, Mensiau, Labian Ira'ang, Sungai Ajung Kecamatan Batang Lupar dan Desa Banua Ujung, Banua Martinus, Pulau Manak dan Menua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu. 

Kandang dan Ternak Babi Sudah Berkembangbiak  
Dibeberapa desa investasi jangka pendek masih diberkembangkan dan dijalankan oleh kelompok LPM tersebut, tidak hanya di Desa Lanjak Deras, Desa labian ira'ang misalnya. kandang babi yang dibuat sangat membantu dalam pemeliharaan di satu tempat. Setahun lalu masih digunakan untuk mengembangbiakan dan membesarkan anak-anak babi dari hasil induk yang sudah melahirkan. Kadang tersebut sangat membantu menurut anggota LPM, selain babi tidak berkeliaran di lingkungan desa babi tersebut mudah dipelihara karena terpusat pada satu tempat. Akan tetapi mereka berarap perlu adanya sarana pendukung lainnya seprti pembersih kandang dan obat-obatan untuk ternak dari investasi berikutnya. 

 "Meski ada kebingungan dari anggota kelompok karena keterlambatan program, kelompok tersebut masih tetap berkomitmen sesuai apa yang sudah disepakati sebelum program masuk ke desa. Akan tetapi perlu dipikirkan juga jika terlalu lama program investasi jangka panjang belum segera dikucurkan maka akan ada kekwatiran anggota kelompok akan memilih program yang lain" Harap Andi Erman disela kunjungannya.

Karet, Kopi dan Gaharu Hasil Investasi Jangka Pendek 
Andi masih optimis bahwa program akan segera dikucurkan, karena dari pusat baik GFA dan NPMU sudah mengirimkan tenaga ahli ke masing-masing kabupaten untuk percepatan program. Kali ini sudah ada tenaga ahli tambahan dari GFA yang akan membantu dilapangan. Selain itu selama kunjungan Andi juga bertemu Kepala Desa dan juga ketua LPM untuk berdiskusi. Dalam diskusinya menurut Andi sepertinya Kelapa Desa sangat memaklumi akan keterlambatan program salah satunya ada restrukturisasi di tubuh kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Didampingi Pemandu Lapangan dan Fasilitator yang berkompeten dan bisa bekerjasama dengan masyarakat Andi berharap program ini akan sukses hingga selesai. Apalagi menurut Andi seperti di Desa Mensiau pohon karet yang sudah ditanam sudah tumbuh dengan subur dan dimungkinkan akhir program 2017 pohon tersebut sudah bisa dipanen. Hal tersebut menambah semangat program setelah melihat bibit kopi yang dulunya masih terselubung di parenet persemaian kopi di Desa Pulau Manak kini sudah berlindung di sela pohon karet dan gaharu di lahan milik kelompok LPM. pohon kopi yang dulunnya disemai dengan biji kini sudah tertanam yang dilakukan oleh kelompok LPM sesuai apa yang sudah mereka pelajari pada saat pelatihan kopi pada tahun sebelumnya. ( Abe dan Andi Erman )