PATROLI HUTAN

Patroli Hutan selain menjaga dan mengamankan hutan ada fungsi lain yakni mengali potensi yang bisa dikembangkan untuk dikelola secara lestari (berkelanjutan)

PERSEMAIAN AGROFORESTRY

Pemberdayaan kelompok LPM FORCLIME dan Masyarakat dalam mengelola lahan menjadi lebih produktif dan Mandiri melalui pembangunan persemaian Agroforestry

PENINGKATAN KAPASITAS SDM

Pemberdayaan LPM dan anggota kelompok dilakukan dengan melakukan pelatihan seperti pelatihan persemaian Agroforestry, PLUP dan Pemetaan Partisipatif dan Patroli dan Pengaman Hutan

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN DAN PERUBAHAN IKLIM

Perbaikan Ekosistem Hutan meruapakan langkah tepat dalam membantu perbaikan program Kehutanan dan Perubahan Iklim

16 Agt 2017

PELATIHAN : TIM PATROLI SIAP JAGA HUTAN DAN KEHATI

Tim Patroli melakukan simulasi moniotirng Bideoversity 
Pengamanan dan pelindungan keanekaragaman hayati baik flora dan fauna menjadi tujuan penyelenggaraan program Forclime-FC di kawasan areal DA REDD+. Tangungjawab tersebut menjadi tugas dan kewajiban bersama. Untuk itu perlu kersjasama dengan berbagai pihak. pelaku yang paling dekat dengan kawasan hutan adalah masayarakat di sekitar hutan. kesadaran dalam hal itu perlu dibangun dari tingkat tapak. maka terbentuklah tim patroli hutan yang berbasis masyarakat.

Foto bersama setela kegiatan pelatihan 
tim inilah yang akan bertugas untuk melindungi dan mengamankan kawasan hutan di sekitarnya.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas tim tersebut dalam menjalankan tugas, program Forclime-FC membuat pelatihan patroli hutan berbasis masyarakat. Pelatihan tersebut dilaksanakan di 3 Kecamatan dari 5 Kecamatan yang ada pada areal DA REDD+ putaran kedua. Pelatihan berjalan secara road show
mulai dari tanggal 29 - 30 Agustus 2017 di Kecamatan Boyan Tanjung meliputi tiga Desa diwilayahnya yakni Desa Nanga Boyan, Teluk Geruguk dan Landau Mentail.
Ditempat yang sama juga hadir dari Desa Tanjung Intan Kecamatan Mentebah, Nanga Tuan dan Entibab Kecamatan Bunut Hilir juga hadir bersama - sama.
Menurut Syamsul Abidin Tenaga Ahli Pengelolaan Hutan selaku ketua panitia, bahwa pengabungan 6 Desa dari 3 Kecamatan tersebut untuk mempermudah akses peserta datang dalam acara tersebut.
"2 Desa seperti Nanga Tuan dan Entibab lebih mudah dan dekat dengan kendaraan darat jika dibandingkan lewat jalur air. maka kita gabngkan saja" jelas Syem panggilan Syamsul Abidin.

Syamsul Abidin menyampaikan materi 
Selain itu juga tambahan Syem supaya Desa - Desa yang ada pada areal DA REDD+ saling bertukar
informasi dengan yang lain karena, selain itu juga masing - masing Desa memiliki karakter yang berbeda. ada yang sebagian besar danau dan ada juga yang
berada di areal berbukit - bukit.

Anggota tim yang terlibat setiap Desa di undang semua dalam kegiatan tersebut. ada dalam satu Desa satu tim bahkan ada 3 tim dalam satu Desa. tim inti dalam
suatu survey patroli harus bisa menguasai GPS, mengidentifikasi temuan dan membuat suatu laporan kegiatan sesuai dengan arahan program. sehingga materi
yang disampaikan meliputi peraturan per undang - undangan terkait aturan patroli hutan, identifikasi dan monitoring keanekargaman hayati hingga praktek
penggunaan GPS. selain itu penyelengaraan patroli hutan juga mendukung salah satu program pemerintah sesuai dengan itruksi Presinden RI seperti pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Dalam hal ini juga turut hadir Kapolsek dan Danramil di setiap kecamatan. tim patroli bisa menjadi PAMSWAKARSA yang dapat menjadi patner untuk membantu program
pengedalian kebakaran hutan dan lahan di lapangan. melalui tim, hal terebut bisa disampaikan ke masyarakat untuk mengurangi pembakaran hutan dan lahan.

Setelah seesai dari Kecamatan Boyan Tanjung, tim berlanjut ke Kecamatan Embaloh Hilir dan Bika dengan pelaksanaan di Desa Keliling Semulung Kecamatan Boyan Tanjung tanggal 1 - 2 Agustus 2017. pada kesempatan tersebut hadir 3 Desa terdiri dari Desa Keliling Semulung dan Pala Pintas Kecamatan Embaloh Hilir dan Jongkong Manday Kecamatan Bika. Dengan jarak tempuh dua jam, tim berangkat menuju lokasi dari Putussibau dengan mengunakan speedboad. Selanjutnya
tahap terkahir dilakukan di Kecamatan Bunut Hilir dengan dihadiri tiga Desa di Kecamatan tersebut. dilakukan di Desa Bunut Tengah,2 Desa lainnya seperti Desa Bunut Hulu dan Kapuas Raya turut hadir dalam kegiatan tersebut.

19 Jul 2017

REKRUITMEN TENAGA KONTRAK 2017


Kesempatan bekerja di program FORCLIME sudah didepan mata. Ayo bergabung dalam program Perubahan Iklim dan Kehutanan yang merupakan kerjasam dua Negara antara Republik Federal Jerman dan Republik Indonesia.
Adapun posisi yang ditawarkan sebagai berikut :
1. Tenaga Ahli Pengembangan Masyarakat ( 1 orang),
2. Pemandu Lapangan Kecamatan Embaloh Hulu ( 1 orang),
3. Pemandu Lapangan Kecamatan Batang Lupar ( 1 orang),
4. Fasilitator Desa Melemba Kecamatan Batang Lupar ( 1 orang),

lamaran ditujukan kepada Kepala Biro Perencanaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui email : npmu.rocan@gmail.com atau tembusan alamat email dpmukapuashulu@gmail.com paling lambat 24 Juli 2017 jam 12.00 WIB. jika kurang jelas dapat menghubungi kami contak person 085787180220 (RIKA) atau  0567. 21063

informasi dapat diunduh disini https://drive.google.com/file/d/0B03X9_mkefLBRzdXNXJYcjR0OVk/view?usp=sharing atau kunjungi kantor kami jalan Antasari No 4 Putussibau (disamping Kantor Kehutanan)

9 Jun 2017

16 DESA BELAJAR BUDIDAYA AGROFORESTRY DI DEMPLOT FORLCIME


16 Desa binaan program FORCLIME melakukan pelatihan budidaya tanaman Agroforestry di Demplot percontohan program FORCLIME di Desa Mensiau (17–18/6). Peserta terdiri dari kelompok LPM FORCLIME di 16 Desa pertama di Kecamatan Embaloh Hulu dan Batang Lupar. Masing – masing 3 orang setiap Desa belajar cara perawatan tanaman utama dengan cara pengemburan tanah dan pemberian pupuk yang tepat.

Menurut Tenaga Ahli Pengembangan Budidaya Kehutanan dan Pertanian Willlem Fredrik Jarau,SP pelatihan bertujuan untuk melatih anggota kelompok tani hutan dalam melakukan perawatan tanaman. Sehingga pada saat pencairan program perawatan tanaman dilakukan, kelompok sudah bisa melakukan perawatan dengan benar.


Agroforestry atau kebun campur saat ini dirasakan sangat menguntungkan. Jika dibandingkan dengan monokultur, model tersebut dapat dinikmati hasilnya lebih cepat. Setiap musim kita bisa melakukan pemanenan. Misalkan jangka pendek kita dapat memanen sayuran dan tanaman hortikultura. Sayuran bisa ditanam disela – sela tanaman utama yang masih kecil.


Willem Frederik Jarau, SP selaku tenaga pengajar menyampaikan khusus untuk lokasi dengan kontur tanah yang berbukit – bukit bisa dilakukan dengan cara membuat terasering. Ini penting menurutnya karena selain memudahkan dalam melakukan perawatan dengan cara tersebut bisa menahan erosi tanah dan longsor.