SOSIAL EKONOMI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

AGROFORESTRY

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

26 Mar 2014

Karet dan Gaharu Kami Terserang Penyakit



Bulan ini Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan Kecamatan Embaloh Hulu bersepakat akan mengunjungi Desa Ulak Pauk sebagai bentuk dari Monitoring kegiatan. Bentuk kegiatan investasi jangka pendek Desa Ulak Pauk adalah agroforestry karet unggul. 7000 batang bibit karet unggul yang dibeli di daerah Sintang oleh LPM, sampai pada Bulan Maret ini yang bertahan hidup sekitar 4300 Batang. Hal ini disebabkan karena serangan penyakit jamur pada batang karet dengan ciri awal bibit karet daunnya menguning, getah keluar, interesnya hitam dan berjamur. Saat ini masyarakat sudah menyiapkan lahan untuk lokasi penanaman dan ada juga yang sudah menanam. Direncanakan pada awal Bulan April masyarakat sudah mulai menanam. “Harapan kedepan LPM bisa di latih mengenai cara penanggulangan Hama dan penyakit karet serta untuk investasi jangka panjang supaya bisa lebih baik dari sekarang.” Ujar Venansius Tri selaku Pemandu Lapangan di Kecamatan Embaloh Hulu.


FD dan PL Kecamatan Batang Lupar juga melakukan kunjungan pada 26 Februari 2014 lalu di Desa Labian yang bentuk usulanya adalah agroforestry tanaman gaharu. Berdasarkan hasil kunjungan ke kebun masyarakat di dusun tersebut, bibit gaharu yang dibagi telah ditanam namun ada masalah yang cukup serius yakni serangan ulat/larva yang memakan daging daun sehingga menyebabkan tanaman gaharu hanya tinggal tulang daun. Ulat/larva yang menyerang tersebut sangat banyak sehingga berpotensi kematian pada tanaman gaharu yang masih kecil atau muda. Pada tanaman gaharu yang sudah cukup besar, kemungkinan mati agak kurang tetapi pertumbuhan tanaman pasti akan terganggu. Serangan ulat/larva tersebut hanya menyerang pohon gaharu yang berdaun lebar, sedangkan pohon gaharu bukit atau Engkaras bukit, luput dari serangan ulat. “Hal semacam ini menjadi PR yang harus diselesaikan oleh program untuk membantu masyarakat menyelamatkan tanaman mereka, khususnya gaharu.” Ujar Petrus Derani selaku Pemandu Lapangan di Kecamatan Batang Lupar. (galihakmal)

13 Mar 2014

Fasilitator Sekaligus Penyuluh Kehutanan


Semenjak tahun 2012 DPMU-ForClime FC Kapuas sudah mulai aktif dalam penyeleenggaran DA REDD+ di masyarakat. Perikrutan Pemandu Lapangan dan Fasilitator Desa dilaksanakan untuk mempermudah pelaksanaan program ForClime khususnya Demonstration Activity di tingkat tapak. Harapanya Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan bisa menjadi penyuluh-penyuluh kehutanan yang handal dan dapat menyampaikan berbagai substansi terkait isu pengelolaan hutan berkelanjutan, REDD+ dan perubahan iklim kepada masyarakat dampingannya secara baik dan inovatif dan lebih jauh dapat membantu melakukan upaya fasilitasi mendorong kegiatan pembangunan pada tingkat desa. Pada 4-6 Maret 2014 di Losmen Aula Losmen Merpati Kapuas Hulu DPMU ForClime-FC bekerja sama dengan GIZ ForClime-TC mengadakan Pelatihan Dasar-Dasar Pengelolaan Hutan Berbasis REDD+ yang memuat materi tentang berbagai hal mengenai dasar-dasar kehutanan dan pengelolaannya, REDD+ dan teknik fasiltasi dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat tapak. 


Selain diikuti oleh Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan, pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini juga diikuti oleh staf KPH dan beberapa staf Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu. Pelatihan yang dibuka oleh Indra Kumara, S.Hut. M.Si selaku Koordinator Program ini bermaksud memberikan pengetahuan dan wawasan yang berkenaan dengan isu perubahan iklim dan penurunan emisi, khususnya REDD+ serta memberikan pengetahuan dasar dan wawasan mengenai hutan dan kehutanan serta pengelolaan hutan berkelanjutan. Tidak hanya memberikan pengetahuan dasar mengenai kehutanan dan REDD+ tapi peserta juga diberikan keterampilan atau teknik fasilitasi atau penyuluh bidang kehutanan dalam menjalankan tugas di lapangan untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Sehingga peserta bisa menjadi penyuluh kehutanan yang handal karena fasilitator atau penyuluh kehutanan merupakan bagian penting dan utama dalam keberhasilan pengkomunikasian isu perubahan iklim dan penurunan emisi serta pengelolaan hutan berkelanjutan.(galihakmal)


5 Mar 2014

GFA Panen Sayuran di Kebun FORCLIME-FC KAPUAS HULU

GFA bersama kelompok LPM Desa Labian Ira'ang panen sayur

Kapuas Hulu, GFA Consultan mendatangi kabupaten kapuas hulu dalam rangka monitoring investasi jangka pendek program ForClime-FC Module di kabupaten Kapuas Hulu. Selama dua hari sejak tanggal ( 26- 27/2014 ) kunjungan dibagi menjadi dua tahap. Pada hari pertama di lakukan di kecamatan embaloh hulu dan pada hari kedua di kecamatan batang lupar. Desa tamao, kecamatan embaloh hulu mejadi tempat pertama yang dikunjungi. Mulai dari melihat kolam ikan nila dan bawal, tim GFA juga mengunjungi kandang babi yang menjadi usulan di desa tersebut.
Setelah diskusi bersama kelompok LPM ForClime-FC desa Tamao tim melanjutkan perjalanan menuju desa Pulau Manak, Kec Embaloh Hulu yang mengusulkan pembibitan kopi dan dilanjutkan dengan berkunjung ke kebun Agroforsetry desa Banua Ujung, Kec Embaloh Hulu. Meski harus memasuki hutan dan semak belukar, tim GFA tidak mau melewatkan kunjungan tersebut sambil memuji semangat pemandu lapangan beserta fasilitator desa yang sejak tadi mendampingi tim.
 “luar biasa semangat para pemandu lapangan dan fasilitator desa disini, bisa merangkul masyarakat yang tergabung dalam kelompok LPM. Dan saya bisa melihat itu dari diskusi bersama kelompok LPM” ungkap Agus sebagai pemimping tim.
GFA mengunjungi lokasi Agroforestry di desa Banua Ujung,

 Bersama dua rekannya Ruri dan Martini, dia juga ingin mengajak fasilitator desa agar bisa mengarahkan masyarakat agar bisa mengelola program usulan tersebut menjadi sebuah usaha yang berkelanjutan. Karena konsep REDD+ merupakan program pengelolaan hutan yang tidak hanya mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan tetapi ada nilai tambah bagi masyarakat yang ada disekitarnya.

 Hari kedua dilanjutkan dengan perjalan menuju desa Labian Ira’ang kecamatan Batang Lupar. Desa Labian Ira’ang salah satu desa yang sudah berhasil dalam pengelolaan investasi jangka pendek yakni kebun sayur dan ternak babi. Kelompok kebun sayur yang beranggotan 13 orang tersebut hingga kini sudah melakukan panen dan sudah melakukan penanaman kembali. Kini kelompok tani desa Labian Ir’ang binaaan ForClime sudah memiliki tiga lokasi penanaman.
Tanah sedimen hasil endapan lumpur sungai Labian menjadi berkah tersendiri bagi petani disana. Petani tidak prlu harus memupuk karena tanah tersebut sudah subur. Dengan didampingi ibu-ibu kelompok tani, tim GFA melakukan panen sayur bersama para rekan-rekan fasilitator desa dan pemandu lapangan beserta tim DPMU yang sejak awal mendokumetasikan setiap momen pertemuan.sangat riuh dan ramai saat ibu-ibu sedang berdiskusi menyampaikan hasil dan tantangan selama menjalankan program tersebut.
“kami tidak menyangka hasilnya bisa seperti ini. Karena dulunya kami hanya sendiri-sendiri, tapi dengan program ini kami bisa bekrjasama dan berkelompok hingga kami benar-benar bisa merasakan manfaatnya” uncap Nur ketua kelompok petani sayur.
Tidak hanya disitu, rombongan diajak untuk masuk ke rumah panjang ( baca: betang ) sambil menikmati hasil panen tersebut sambil istirahat dan berdiskusi bersama kelompok tani tersebut. Hingga waktu siang tidak terasa, maka tim berlanjut ke desa lainnya yakni desa Mensiau ( Agroforestry) dan desa Lanjak Deras, Kec Batang Lupar untuk melihat budidaya ikan nila di dusun Tekalong, Desa Lanjak Deras. Kunjungan berakhir di desa Menua Sadap, kecamatan Embaloh Hulu. Di desa ini merupakan satu-satunya yang mengusulkan kerajinan tanggan khas desa setempat. Kerajinan tanggan tersebut melibatkan kaum perempuan ( gender ) yang sudah terbiasa dengan anyamannya. Keranjang, tas, ladong (tas untuk ke ladang) merupakan produk unggulan desa tersebut yang dibuat oleh ibu-ibu setelah pulang berladang di rumah panjang setiap sorenya. “disini nak, kalau gemai-gemai manyoh urang ngayam rangak ( baca: disini nak, kalau sore-sore banyak yang membuat anyaman ) “ tegas salah satu warga. (abe)