PATROLI HUTAN

Patroli Hutan selain menjaga dan mengamankan hutan ada fungsi lain yakni mengali potensi yang bisa dikembangkan untuk dikelola secara lestari (berkelanjutan)

PERSEMAIAN AGROFORESTRY

Pemberdayaan kelompok LPM FORCLIME dan Masyarakat dalam mengelola lahan menjadi lebih produktif dan Mandiri melalui pembangunan persemaian Agroforestry

PENINGKATAN KAPASITAS SDM

Pemberdayaan LPM dan anggota kelompok dilakukan dengan melakukan pelatihan seperti pelatihan persemaian Agroforestry, PLUP dan Pemetaan Partisipatif dan Patroli dan Pengaman Hutan

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN DAN PERUBAHAN IKLIM

Perbaikan Ekosistem Hutan meruapakan langkah tepat dalam membantu perbaikan program Kehutanan dan Perubahan Iklim

21 Mei 2016

FORCLIME LAKUKAN SOSIALISASI TINGKAT DESA PADA CALON DA REDD+ PUTARAN KEDUA KAWASAN HUTAN SIAWAN BELIDA

Foto Bersama : Sosialisasi di Kecamatan Boyan Tanjung yang dihadiri oleh Camat Boyan Tanjung Sudarso 
Sosialisasi Program FORCLIME-FC di kawasan hutan Siawan Belida yang dicanangkan menjadi areal percontohan (Demontration Activities) REDD+ putaran kedua. Wilayah Kawasan Hutan Siawan Belida dengan luas wilayah 48.000 hektar. Secara Administratif ada 7 Kecamatan berbatasan langsung dengan program. Kemudian pada hasil scooping yang dilakukan oleh konsultan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura pada November 2015 lalu ada 10 dari 24 Desa pada 5 Kecamatan saja yang memiliki akses ke Kawasan Hutan Siawan Belida. Berdasarkan hasil tersebut maka dilakukan kegiatan sosilisasi di tingkat Kabupaten pada 27 April 2016 di Aula Bank Kalbar, Putussibau. Hasil Sosialisasi tingkat Kabupaten merekomendasikan beberapa Desa yan memiliki akses di lokasi yang didominasi lahan gambut yang berdanau. 

Sejak 8 hingga 27 Mei 2016 tim Sosialisasi yang diketuai oleh Koordinator Program Jumtani.S.Hut, M.Si (Kabid RPS Disbunhut) melakukan perjalanan sosialisasi di 5 Kecamatan tersebut. Beberapa Desa yang masuk dalam sosilisasi antara lain : 
1. Kecamatan Boyan Tanjung terdiri dari Desa Teluk Geruguk, Nanga Boyan dan Landau Mentail, 
2. Kecamatan Mentebah terdiri dari Desa Tanjung Intan dan Tekalong, 
3. Kecamatan Bika terdiri dari Desa Jongkong Manday dan Desa Jelemuk, 
4. Kecamatan Bunut Hilir terdiri dari Desa Entibab, Bunut Hulu, Bunut Tengah, Kapuas Raya dan           Desa Nanga Tuan, 
5. Kecamatan Embaloh Hilir terdiri dari Desa Pala Pintas dan Desa Keliling Semulung. 

Sosialisasi dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Kapolsek/ Danramil, Ketua BPD, Ketua Adat, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Masyarakat di Desa terkait.Tim yang diketui oleh Koordinator Program, dengan Pendamping PIA NPMU Sutedja, GFA Kabupaten, Tenaga Ahli Budidaya Perkebunan dan Kehutanan dan Tenaga Khusus. Selain itu Sosialisasi juga di dampingi dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan selaku Pelaksana Tugas Pembantuan dan juga GFA Jakarta. 

Kepala Desa mewakili masyarakat Desa menyepakati program FORLCIME masuk di Desanya 
Selama proses sosialisasi banyak pertanyaan yang diajukan terkait apa yang akan didapatkan masyarakat ketika menerima program atau menjaga hutan. Setelah penjelasan oleh Narasumber dan penuturan dari hasil program yang sudah pernah dilakukan di DA REED putaran pertama. Kekhawatiran masyarakat dengan program yang sama sebelumnya di Desanya menjadi pertimbangan menerima program. 12 Desa yang sudah disosialisasi program menerima program ada 11 Desa dan satu Desa (Tekalong) masih belum menerima prograam. Hal tersebut disepakati dengan dibuktikan penandatanganan hasil resume kegiatan dengan yang bertanda tangan Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua Adat, Kepala Dusun, Ketua Tim Sosialisasi, PIA NPMU dan mengetahui Camat dan Kepala Dinas Perekbunan dan Kehutanan. 2 Desa lainnya akan dilakukan selanjutnya di Desa Pala Pintas dan Desa Keliling Semulung Kecamatan Embaloh Hilir yang akan dijadwalkan 26 -27 Mei 2016. 
   

BUPATI KAPUAS HULU TANAM PERDANA AGROFORETRY FORLCIME-FC



Bupati Kapuas Hulu Lakukan Penaman Perdana, di Desa Sepandan Kecamatan Batang Lupar 
Kelompok LPM Hadir Semua Pada Penanaman Perdana 



BUPATI KAPUAS HULU TANAM PERDANA AGROFORETRY FORLCIME-FC

18 Apr 2016

DELEGASI BMZ LAKUKAN KUNJUNGAN KE KABUPATEN KAPUAS HUL DALAM RANGKA MELIHAT PROGRES PELAKSNAAN PROGRAM FORCLIME


Wakil Bupati Kapuas Hulu Anton L.Ain Pamero sambut perwakilan tim BMZ di Bandara Pangsuma, Putussibau 

Kedutaan Jerman di Jakarta melalui surat tanggal 16 Maret 2016, telah dilaksanakan Kunjungan Kerja Mr. Thierry Kühn (Senior Policy Officer dari Kementerian Federal Urusan Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) ke Kabupaten Kapuas Hulu didampingi oleh Perwakilan Kedutaan Jerman, KfW, GIZ dan Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mulai tanggal 1 – 3 April 2016.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas Kerjasama dan Progres Pelaksanaan Program FORCLIME yang didanai oleh Pemerintah Jerman/Program Hutan di Kabuapten Kapuas Hulu. Selama 3 hari berjalan tim sudah dipersiapkan dengan suguhan agenda baik di kabupaten hingga di lapangan. Hari pertama delegasi langsung disambut oleh Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir,SH dan Wakil Bupati Anton L. Ain Pamero,SH di Bandara Pangsuma Putussibau.  Bupati sangat antusias menyambut tim BMZ tersebut karena ini adalah tamu kenegaraan dalam rangka kerjasama dua negara. Selanjutnya kujungan dilanjutkan dengan melakukan ramah tamah bersama Kepala Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu di kantor dinas dan tidak pula langsung menuju kontor FORCLIME dimana dalam satu kantor tersebut ada FORCLIME TC dan FC. Sehingga pertemuan di ruang rapat DPMU dilakukan bersama – sama.
Sambil menunggu pertemuan di aula pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu tim melakukan penanaman pohon Tembesu  (Fagraea fragrans) di halaman kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu. Kunjungan ke dua dilakukan pada Kantor Bupati Kapuas Hulu. Acara diawali dengan pertemuan dan diskusi dengan  Bupati Kapuas Hulu didampingi oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, POLRES, KODIM menerima kunjungan delegasi BMZ dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang bertempat di ruang kerja Bupati.
Selanjutnya dilakuan pertemuan di Uala Pemerintah Daerah, Putussibau dan diskusi antara delegasi BMZ dengan Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, POLRES, KODIM, Kejaksaan, Kepala Satuan Kerja, Mitra Program, dan Tenaga Pelaksana Program FORCLIME pada tingkat Kabupaten bertempat di Putussibau. Dalam pertemuan tersebut dilakukan sambutan mulai dari sambutan kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu Drs. Abdurrasyid,MM, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan oleh Dedi Haryadi untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangan tim tersebut dan KLHK menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati beserta jajaran pemerintah kabupaten atas dukungannya.
Tak luput pula sambutan dari Perwakilan  BMZ Jerman (Thierry Khun) menggaris bawahi  bahwa hutan sangat berkaitan erat degan keberlangsungan hidup manusia baik dari segi ekonomi maupun penyediaan oksigen. Hutan berkontribusi dalam pengurangan emisi dalam kaitannya dengan perubahan iklim. Sehingga program kerjasama FORCLIME  sangat penting. Karena selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga  bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Kementerian Ekonomi dan Pembangunan Jerman sangat berterima kasih kepada Kabupaten Kapuas Hulu yang sudah menjadi bagian dari program.
Pertemuan ditutup oleh Sambutan dan pengarahan Bupati Kapuas Hulu A. M. Nasir,SH yang menegaskan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu adalah Kabupaten Konservasi, perananannya sangat penting secara ekologis dan ekonomis, sebagian besar penduduk bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan yang sangat bergantung pada pemanfaatan hutan dan hasil hutan, tantangan yang dihadapi adalah peluang pemanfaatannya sangat terbatas karena berstatus lindung dan konservasi. Kerjasama ekonomi dan pembangunan dengan Jerman sebagai salah satu upaya untuk mengatasi tantangan dimaksud.
Diskusi bersama Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir,SH sambil disuguhkan dengan madu khas Kapuas Hulu 


“Program FORCLIME telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, karena kegiatannya langsung dikelola oleh masyarakat dan semua tenaga pelaksana program direkrut dari masyarakat lokal” ungkap A.M Nasir disela sambutannya. Oleh karena itu, Bupati mengusulkan kepada BMZ agar ke depan cakupan wilayah kegiatan FORCLIME  dapat diperluas agar dapat bermanfaat lebih banyak lagi. Pendekatan program yang berbasis kabupaten melalui mekanisme tugas pembantuan (medebewin) dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten dinilai sangat tepat dan efektif.  

Setelah kegiatan pertemuan di aula, maka pukul 16.00 WIB dilanjutkan dengan perjalanan menuju Mataso, Kecamatan Embaloh Hulu. ( part 2)