SOSIAL EKONOMI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

AGROFORESTRY

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

6 Okt 2014

Liputan Kegiatan Kajian Kelayakan Mendalam

Zonasi wilayah di Desa Tamao
Feasibility study 2 atau biasa disebut FS2, dalam bahasa Indonesia adalah kajian kelayakan mendalam merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan pengembangan perikehidupan jangka panjang. Setelah mengikuti peltihan dan briefing, pda tanggal 18 September 2014 tim DPMU Kapuas Hulu memulai kegiatan kajian kelayakan mendalam di 16 Desa. Dalam kegiatan ini ada dua hal utama yang dilakukan, yaitu survey sosial ekonomi kehutanan dan survey lokasi penanaman dan kondisi hutan untuk perencanaan tata guna lahan desa guna mempermudah alokasi pelaksanaan investasi DA , atau pengembangan perikehidupan dan peningkatan ekosistem hutan di wilayah DA. 

FGD di Desa Tamao
Dari kajian yang sudah dilakukan dibeberapa desa, bahwa masyarakat masih sangat menjunjung hukum adat untuk mengelola dan menjaga hutan. Dari hasil FGD, mereka menyatakan bahwa tidak ada hutan yang tidak dikelola oleh masyarakat, yang ada adalah hutan yang disimpan oleh nenek moyang mereka yang masih dijaga. Untuk tata guna lahan, masyarakat sangat paham dengan wilayahnya. Dimana lokasi hutan simpan, lokasi tempat berladang gilir balik, lokasi persawahan, lokasi untuk pengembangan desa dan lokasi untuk berburu serta status kawasan, sehingga lebih mudah untuk merencanakan kegiatan dan rencana lokasinya. 

Survey kondisi hutan di Desa SGM
Masyarakat adat di wilayah DA mayoritas berladang gilir balik di sekitar pinggiran sungai dan tidak jauh dari pemukiman. Mereka juga mempunyai hutan khusus yang disimpan untuk mengambil bahan bangunan rumah saja. Mereka sadar, jika hutan semakin langka maka akan langka pula hewan untuk diburu. Menurut keterangan mereka, babi hutan sekarang jarang ditemui di hutan simpanan dekat pemukiman, selain lokasinya dekat dengan jalan, hutan simpan dekat rumah sudah kurang kerapatannya. Untuk survey sosekhut, mayoritas masyarakat bermata pencaharian petani. Selain berladang padi, pendapatan diperoleh dari menoreh karet. Setelah dilakukan survey lokasi dengan berbagai deskripsi sebuah usulan kegiatan pun didapat dengan membuat beberapa point kesepakatan. Semoga kajian kelayakan di desa berikutnya dan pelaksanaan investasi DA jangka panjang nantinya berjalan dengan lancar. galihakmal

Liputan Panen Sayur LPM ForClime Desa Labian Ira'ang

Foto Bersama
Liputan Panen Sayur di Labian Ira'ang. Pengembangan perikehidupan jangka pendek program ForClime FC Module di Desa Labian Ira'ang salah satunya adalah Kebun Sayur. Kegiatan yang dimulai pada akhir tahun 2013, kini berlanjut hingga sekarang. Sudah beberapa kali panen, pada kesempatan kali ini tenaga khusus pelaporan dan dokumentasi berkesempatan meliput proses panen hingga penjualan pada Kamis 25 September 2014. Sore pukul 15.00 WIB kami berjalan sekitar 100m menuju lokasi panen kelompok sayur LPM ForClime Desa Labian Ira'ang. Lokasi panen atau lokasi berkebun sayur LPM Forclime Desa Labian Ira'ang di pinggiran sungai Labian. "Ini sudah kesekian kalinya panen di bulan September, berkebun sayur musim ini agak kurang sering dilakukan karena kesibukan berladang dan panen tengkawang" Ujar Mbak Nur ketua kelompok sayur LPM ForClime FC Module. Meskipun begitu, panen ketimun 3 hari yang lalu mencapai 120kg. Sayur yang dipanen kali ini, adalah kacang tanah, Ketimun, Kacang Panjang dan Gambas. 

Panen Kacang Tanah
Menyebrang Sungai
"Ibu-Ibu anggota kelompok sayur sangat senang bergotong royong untuk berkebun sayur. Jika tidak sempat ikut bergotong royong mereka akan mengutus anaknya untuk menggantikannya. Untuk membuat semangat bergotong royong berkebun sayur, kami selalu membawa bekal untuk dimakan berramai-ramai saat beristirahat di ladang" Cerita ketua kelompok sayur LPM Forclime Desa Labian Ira'ang sambil lalu berjalan menuju tempat lokasi. 

Panen Gambas

Panen Ketimun
Panen Kacang Tanah
Setelah kami memanen kacang tanah dan direbus untuk bekal memanen ketimun, kacang panjang, dan gambas ke sebrang sungai. Kami bersama-sama naik sampan untuk menyebran sungai. Setelah sampai, kami memilih sayur yang siap dipanen. Sayur gambas yang masih dipohon dibungkus dengan plastik putih untuk menghindari serangan hama sehingga tidak menggunakan racun hama tanaman. Ada yang memetik ketimun, kcang panjang, dan gambas, berramai-ramai sambil mengobrol. Setelah semua selesai kami beristirahat sambil makan kacang tanah yang kami rebus tadi. Hasil panen dibawa dengan sampan ke pinggiran sungai di pusat Desa. 

Transaksi Jual Beli
Pembeli sudah siap dengan timbangan serta keranjangnya. Pembeli tersebut memang rutin membeli hasil panen sayur dari LPM Desa ForClime dan akan di jual kembali di Badau, sehingga kelompok sayur LPM ForClime tidak perlu menjual keluar. Namun, jika hasil panen terlalu banyak, maka kelompok sayur LPM ForClime akan menyewa mobil untuk membawannya ke pasar yang terletak di pusat Kecamatan Batang Lupar.


Selain berkebun sayur kelompok, masing-masing mereka pun berkebun sayur sendiri dengan komoditas yang berbeda, namun menurut informasi anggota kelompok sayur, hasil panen dari kelompok sayur memang tidak lebih banyak jika kita berkebun sayur sendiri. Tapi mereka lebih suka bergotong royong berkebun sayur sehingga berkebun secara berkelompok dalam LPM ForClime masih berlanjut hingga sekarang dan hasilnya bisa menambah pendapatan keluarga. galihakmal

15 Sep 2014

Persiapan Kajian Kelayakan Jangka Panjang


DPMU Kapuas Hulu melakukan kegiatan briefing pada tanggal 11-13 September 2014 selang beberapa minggu setelah melakukan pelatihan dan setelah TOR (Term Of Reference) disetujui. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan awal untuk persiapan dan penyamaan presepsi tim untuk kegiatan kajian kelayakan mendalam atau jangka panjang. Briefing dilakukan di kantor KPH yang berlokasi di Mataso Kecamatan Embaloh Hulu, dan diikuti oleh 16 Fasilitator Desa, 2 Pemandu Lapangan, Tenaga Ahli dan Tenaga Khusus DPMU Kapuas Hulu, serta staf KPH yang juga menjadi anggota tim kajian kelayakan jangka panjang atau dikenal FS2 (Feasibility Study). Tidak ketinggalan, KKPH dan DF dari GFA juga ikut mengawal proses briefing ini. Tenaga Ahli REDD+ dan Tenaga Ahli Community Development dari NPMU juga memberikan arahan kepada tim FS2 yang rencananya akan mulai dilaksanakan pada tanggal 18 September 2014. 


Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa briefing ini dilakukan untuk persiapan dan penyamaan presepsi sebelum melakukan FS2. Hal-hal apa saja yang akan dilakukan beserta runtutan jadwal kegiatan dipaparkan oleh Tenaga Ahli Sosial Ekonomi DPMU Kapuas Hulu. Dari pembagian tim dan jadwal pelaksanaan didiskusikan bersama-sama. Pemahaman-pemahaman survey sosekhut juga lebih diperdalam. Pelatihan GPS yang dipandu oleh Tenaga Khusus GIS DPMU Kapuas Hulu diikuti dengan antusias oleh anggota tim FS2, karena hal ini juga merupakan bekal untuk melakukan kegiatan FS2 yang sealigus mengambil titik lokasi penanaman. 


DPMU Kapuas Hulu merupakan kabupaten terakhir yang melakukan kegiatan FS2 dari 3 kabupaten yang masuk dalam program ForClime. Kabupaten Malinau dan Berau, sudah melakukan kegiatan FS2 terlebih dahulu, sehingga dalam kesempatan briefing kali ini, Tenaga Ahli dari NPMU juga membagikan pengalaman dari kegiatan FS2 yang sudah terlaksana dari kedua kabupaten tersebut. Menurut Harry Kuswondo selaku Tenaga Ahli REDD+ NPMU menuturkan bahwa karakteristik wilayah percontohan atau lebih dikenal dengan DA (Demonstration Activity) berbeda, sehingga perlakuannyapun berbeda. 

Selain pelatihan mengambil titik di lapangan dengan GPS, Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan juga dilatih memasukan titik koordinat secara manual tanpa komputer oleh Deary Rakhmadi, tenaga khusus GIS DPMU Kapuas Hulu. Di briefing kali ini, Tenaga Ahli dari NPMU, Pak Harry dan Pak Rudi memberi banyak masukan, arahan dan motivasi-motivasi yang membuat para Fasilitator Desa dan Pemandu Lapangan. galihakmal