PATROLI HUTAN

Patroli Hutan selain menjaga dan mengamankan hutan ada fungsi lain yakni mengali potensi yang bisa dikembangkan untuk dikelola secara lestari (berkelanjutan)

PERSEMAIAN AGROFORESTRY

Pemberdayaan kelompok LPM FORCLIME dan Masyarakat dalam mengelola lahan menjadi lebih produktif dan Mandiri melalui pembangunan persemaian Agroforestry

PENINGKATAN KAPASITAS SDM

Pemberdayaan LPM dan anggota kelompok dilakukan dengan melakukan pelatihan seperti pelatihan persemaian Agroforestry, PLUP dan Pemetaan Partisipatif dan Patroli dan Pengaman Hutan

PEMETAAN PARTISIPATIF

Mengetahui Kepastian Wilayah. Peta Potensi dan kawasan kelola masyarakat. Menyusun rencana lokasi pengembangan DA REDD+. Meningkatkan kapasitas SDM masyarakat karena melibatkan partisipasi masyarakat.

EKOSISTEM HUTAN DAN PERUBAHAN IKLIM

Perbaikan Ekosistem Hutan meruapakan langkah tepat dalam membantu perbaikan program Kehutanan dan Perubahan Iklim

10 Mar 2017

DESA MENSIAU JADI PERCONTOHAN DEMPLOT SILVOFISHERY

Demplot Silvofishery DA REDD+ putaran pertama di Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar 

Demplot silvofishery di Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar dibuat dengan memanfaatkan lereng bukit. Sumber air yang melimpah menjadi potensi untuk dikembangkan budidaya ikan dan tanaman kehutanan. Berlokasi di kebun Pak Aden Dusun Kelawik Desa Mensiau demplot tersebut dibuat. 
  
Bibit yang didatangkan dari Sintang sebanyak 1.500 ekor ikan nila merah dan hitam, dikarenakan pada saat  bibit tersebut akan diambil, stok di BBI Kapuas Hulu tidak tersedia. Menurut Berry Adrian Yahya,S.Pi  Tenaga Ahli  Pengembangan Kehutanan dan Perikanan ( Silvofishery) bahwa pembelian ikan tersebut atas rekomendasi dari BBI tersebut. Dia juga menambahkan ikan yang diambil mengunakan bibit dengan ukuran 58 cm. Hal ini dimaksudkan supaya bibit tersebut sudah bisa beradaptasi dengan kolam dan juga rekomendasi untuk petani pemula.

Disekitar kolam seluas 30 x 70 meter tersebut juga ditanami dengan berbagai jenis tanaman palawija seperti jagung, jahe, serai, kunyit dan juga tanaman kehutanan “nyatu” (red: bahasa iban) dan tanaman perkebunan seperti karet.  Konsep inilah menurut Bery akan di kembangkan di areal DA sebagai contoh Silvofishery.
memanfaatkan lahan di sekitar kolam dengan menaanm tanaman hortikultura

Adapun beberapa keuntungan dengan pola Silvofishery seperti :
1. Selain panen ikan, kita panen sayur - sayuran dan buah - buahan,
2. Tanaman yang ada di sekitar kolam bisa sebagai menyangga air dan penyedia air bersih,
3. Limbah dari tanaman yang dipanen bisa menjadi alternatif pakan ikan seperti bonggol jagung, 

Selain itu yang perlu diperhatikan pada saat membuat konsep silvofishery seperti gambar disamping adalah :
1. Jangan mengunakan herbisida atau pupuk kimia lainnya untuk perawatan kebun supaya air di kolam tidak tercemar karena dapat membahyakan ikan dan manusia,
2. Kontrol air menjadi hal yang utama, jika salur pengeluaran tersumbat maka bisa menyebabkan air meluber dan ikan di dalamnya hanyut terbawa arus.(abe) 



13 Feb 2017

BULETIN GAHARU EDISI MEI 2016



BULETIN GAHARU EDISI FEBRUARI 2016